Peranan Guru Dan Tenaga Kependidikan Sebagai Agen Transformasi

Spread the love

Komponen penting di dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional adalah guru dengan kualitas, pengalaman, dan profesionalitas. Guru bukanlah hanya berperan sebagai pengajar semata. Lebih dari itu guru juga memiliki peran membimbing, mengarahkan, menilai, melatih, dan memberikan evaluasi para peserta didik. Anda bisa melihat informasinya pada info gtk. Sebagai guru yang berkualitas dan profesional tentu dituntut harus bisa menguasai segala materi yang diajarkan, mengendalikan situasi kelas, dan menghidupkan suasana belajar-mengajar. Jadi sebagai profesi guru merupakan fasilitator, inovator, inspirator, dan juga merangkap sebagai agen transformasi pembelajaran.

Mengetahui Ciri Dari Guru Yang Baik

Mungkin banyak yang masih belum mengerti mengenai apa ciri dari guru yang baik dan apa peran dari guru sebagai saran agen transformasi pembelajaran. Nah untuk menjawab itu semua, pertama-tama akan kami jelaskan terlebih dahulu kualifikasi dari ciri guru yang baik.

Memang sulit untuk menentukan apa saja kriteria guru yang baik. Namun walaupun seperti itu, kita bisa menetapkan secara umum mengenai ciri dari guru yang baik seperti berikut:

  • Guru dengan pemahaman lengkap terhadap seluruh bahan pembelajaran yang akan diberikan.
  • Guru dengan pemahaman yang baik terhadap murid.
  • Mampu memilih metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anak didik.
  • Mampu menghubungkan dasar pembelajaran dengan kebutuhan para anak didik.
  • Mampu mendorong murid menjadi aktif saat menerima transfer ilmu.

Itulah beberapa kriteria dari guru yang baik untuk bisa Anda pahami. Nah, sekarang mari kita masuk pada pembahasan tentang guru sebagai agen transformasi. Baca juga informasi lengkapnya pada  info gtk.

Apa Maksud Dari Guru Sebagai Agen Transformasi

Dalam Standar Nasional Pendidikan, pasal 28, dijelaskan bahwa maksud dari tenaga kerja kependidikan merupakan agen transformasi pembelajaran atau learning agent. Peran dari agen transformasi pembelajaran dari tenaga kependidikan ada 4, yaitu fasilitator, pemacu, motivator, dan inspirator. Jadi ketika Anda ingin bisa memahami guru dan tenaga kependidikan sebagai agen transformasi pembelajaran, maka perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai masing-masing peran yang dimiliki.

Guru Sebagai Fasilitator

Peran dari guru atau tenaga pengajar sebagai fasilitator memiliki tugas untuk memberikan transfer ilmu kepada seluruh anak didik. Proses dari pembelajaran yang diberikan haruslah berada pada suasana menyenangkan, penuh semangat, sehingga mudah untuk diterima para murid.

Beberapa sikap yang perlu untuk dimiliki oleh guru sebagai fasilitator adalah seperti berikut:

  • Dapat menerima dan mendengar aspirasi atau perasaan yang diutarakan oleh murid.
  • Harus bersikap terbuka. Hindarkan diri dari sikap terlalu berlebih dalam mempertahankan keyakinan.
  • Menerima ide baru, inovasi, dan kreativitas dari para siswa didik baik yang mudah atau sulit sekali pun.

Guru Sebagai Pemacu

Untuk peran sebagai pemacu, guru dan pengajar kependidikan harus teliti dalam meningkatkan potensi dari tiap-tiap anak didik. Bukan sampai di situ saja, guru atau pengajar juga perlu untuk membantu mengembangkan potensi anak didik supaya bisa berada di jalan yang benar dan sesuai apa yang di cita-citakan. Tentunya guru harus bisa memahami jika setiap orang pasti memerlukan bantuan dari orang lain, tak terkecuali anak didiknya. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan memberikan pembelajaran yang mudah supaya peserta didik mampu mengembangkan potensi pribadi secara optimal. Baca juga keterangan lebih lengkap pada info gtk.

Guru Sebagai Motivator

Peran selanjutnya dari guru merupakan transformasi pembelajaran adalah sebagai motivator.  Motivasi ialah satu di antara banyak faktor penting untuk bisa meningkatkan kualitas dari pembelajaran. Hal ini bisa disematkan karena motivasi para anak didik bisa menerapkan langkah belajar dengan sungguh-sungguh ketika memiliki motivasi kuat. Karena itulah demi bisa meningkatkan mutu kualitas pembelajaran, tenaga kependidikan dan guru harus bisa membangkitkan motivasi pada seluruh anak didiknya.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan ketika ingin bisa meningkatkan motivasi belajar antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan sebuah suasana yang menyenangkan dalam proses belajar-mengajar.
  • Memberikan pujian terhadap para siswa yang berhasil. Tentunya pujian yang diberikan haruslah wajar dan sesuai porsi.
  • Memberikan penilaian yang sesuai dan positif.
  • Menjaga persaingan dari para siswa atau anal didik di dalam proses belajar.
  • Memberikan topik pembelajaran yang menarik. Kebanyakan dari peserta didik akan lebih menyukai topik belajar yang menarik.

Guru Sebagai Inspirator

Peran terakhir yang perlu untuk Anda ketahui adalah guru sebagai inspirator. Guru dan tenaga kependidikan tentu harus bisa memerankan diri sebagai pemberi inspirasi belajar untuk para peserta didik. Hal ini diperlukan supaya para peserta didik mampu terpancing untuk membangkitkan gagasan, ide-ide, dan pemikiran baru. Cara yang bisa diterapkan adalah dengan menciptakan dan menjaga lingkungan belajar untuk selalu aman, nyaman, dan tertib.

Itulah seluruh peran yang dimiliki oleh guru dan tenaga kependidikan sebagai agen transformasi pendidikan. Mengetahui lebih lengkap bisa dilakukan dengan langsung menuju situs info gtk.

error: Content is protected !!