3 Alasan Pentingnya Keluarga Dalam Pendidikan Masa Kini

Di zaman ini, teknologi sedang berkembang pesat. Hal itu tentu saja memudahkan orang dalam melakukan apa saja yang mereka inginkan. Salah satunya yaitu pendidikan, hal ini karena pendidikan merupakan hak setiap orang untuk mendapatkannya. Dengan adanya teknologi maka pendidikan dapat diambil dari mana dan di mana saja. Namun hal itu dapat memberikan hal yang negatif, karena ilmu yang tersebar luas belum tentu benar dan sesuai. Oleh karena itu, peran keluarga terutama orang tua dalam dunia pendidikan masa kini sangat penting. Keluarga merupakan peran yang sangat penting karena keluarga merupakan tempat pertama di mana seseorang mulai mendapatkan pendidikan.

Pendidikan Masa Kini

Pendidikan masa kini sangan berbeda dengan pendidikan masa lalu. Pendidikan masa kini sering kali dikaitkan dengan teknologi dan juga inovasi-inovasi unik yang terus meningkat. Teknologi tersebut sangat membantu semua orang dalam mengakses pendidikan. Sehingga pendidikan dapat digapai oleh semua kalangan, meskipun tidak sedikit juga dari kalangan bawah yang belum menyentuh pendidikan. Namun dengan adanya teknologi dapat memudahkan pemerintah atau kalangan atas untuk membantu kalangan bawah mendapatkan pendidikan.

Dengan kemajuan di zaman ini juga, orang dapat dengan mudah mendapatkan pendidikan yang ia inginkan dengan menggunakan teknologi tersebut. Karena pendidikan sudah tersebar luas dan mudah untuk diaksesnya. Oleh karena mudahnya dalam mengakses ilmu dan membagikannya, maka ilmu yang didapatkan belum tentu benar dan sesuai dengan standar. Sehingga perlu peran keluarga terutama orang tua dalam memilih ilmu yang diambil.

Permasalahan Yang Sering Terjadi Pada Pendidikan Masa Kini

Perubahan zaman yang sangat cepat menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan baru dalam dunia pendidikan masa kini. Hal itu tentu saja perlu dipahami agar memudahkan dalam menemukan solusinya. Permasalahan yang sering terjadi yaitu perubahan dimensi sosial. Perubahan sosial merupakan perubahan yang tidak dapat ditolak. Perubahan ini terjadi lebih cepat dibanding bidang lainnya.

Hal ini juga disebabkan oleh adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat. Dengan munculnya teknologi, maka memudahkan orang dalam menemukan inovasi-inovasi sosial yang baru. Namun perlu diketahui, bahwa inovasi yang diciptakan belum tentu berdampak positif bagi lingkungan sosial budaya dalam negara tersebut. Oleh karena itu perlu adanya peran keluarga terutama orang tua agar inovasi yang diciptakan tidak menyimpang dari aturan-aturan yang berlaku di lingkungan hidupnya. Alasan mengapa peran keluarga penting dalam pendidikan masa kini yaitu adalah sebagai berikut.

  • Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama

Seseorang yang lahir ke dunia mulai belajar dari lingkungan keluarganya. Sehingga keluarga merupakan tempat pertama di mana seorang anak mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, keluarga harus mencontohkan hal-hal yang baik kepada anak agar ia dapat mudah meniru apa yang diajarkan oleh keluarganya terutama orang tuanya. Dengan kata lain, keluarga merupakan landasan utama seorang anak dalam mendapatkan pendidikan sebelum anak tersebut masuk atau belajar di tempat pendidikan umum. Hal tersebut memberikan ilmu untuk anak agar ia mengetahui apa yang harus ia lakukan. Sehingga karakter anak tidak mudah terpengaruh oleh ilmu-ilmu buruk yang dibawa oleh teman-temannya maupun teknologi yang digunakannya.

  • Keluarga merupakan pendukung yang kuat

Keluarga merupakan pendukung bagi seorang anak untuk belajar, hal itu karena keluarga merupakan fasilitator utama bagi seorang anak. Dukungan keluarga dapat berbentuk apa pun. Keluarga terutama orang tua dapat menyediakan kebutuhan yang diperlukan oleh anak untuk belajar. Misalnya menyediakan teknologi agar si anak dapat menyesuaikan zaman yang serba menggunakan teknologi. Selain hal itu, keluarga juga dapat mendukung anak dalam hal motivasi mengenyam pendidikan. Sehingga anak tidak berpikir bahwa ia belajar dan mendapatkan pendidikan dengan usahanya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, peran keluarga memegang peran pendukung yang kuat bagi anak dalam menjalani pendidikan masa kini.

  • Keluarga merupakan pengawas

Keluarga terutama orang tua harus mengawasi bagaimana perkembangan anak dalam mengenyam pendidikan. Apabila anak mengalami kendala dalam mencapai prestasinya, maka peran keluarga adalah membantunya untuk mencarikan jalan keluar. Dan jika anak mengalami penurunan prestasi belajarnya, maka orang tua harus mencari tahu apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Mengapa Pendidikan Karakter itu Penting?

Melihat dari kejadian-kejadian yang kurang pantas terjadi di kalangan siswa hal tersebut membuat kita sadar bahwa pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting yang harus ditanam sejak dini. Pendidikan karakter dapat ditanam mulai dari lingkungan keluarga. Tentunya hal tersebut akan membuat anak menjadi terbiasa menjadi pribadi dengan karakter yang baik. Namun apabila pendidikan karakter yang diajarkan tanpa menggunakan landasan yang tepat, maka ilmu yang disampaikan tidak akan tersampaikan.

Definisi Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter didapatkan tidak hanya dari sekolah, justru peran keluarga terutama orang tualah yang sangat berpengaruh terhadap karakter seseorang nantinya. Karena seorang anak akan mencontoh karakter yang ada pada orang tuanya ketika orang tua tersebut memperlakukan anak sebagaimana adanya. Selain keluarga, pendidikan karakter didapatkan dari sekolah maupun lingkungan bermain atau bergaul seseorang.

Pendidikan merupakan suatu kegiatan atau usaha yang dapat membuat manusia menjadi pintar atau memahami suatu ilmu. Karakter merupakan sifat yang terdapat di dalam diri setiap individu, dan sifat tersebut berbeda dari individu satu dengan individu lainnya. Jadi pendidikan karakter memiliki definisi yang berupa suatu usaha atau kegiatan yang dapat membentuk sifat pada setiap. Sifat atau karakter yang dibentuk, merupakan karakter yang baik sehingga menjadikan individu memiliki pribadi yang baik dan bijak.

Fungsi Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter memiliki fungsi yaitu untuk meningkatkan potensi dan membentuk perilaku seseorang, sehingga memiliki akhlak yang baik. Dalam fungsinya, nantinya individu akan memiliki sifat yang jujur, kreatif, bertanggung jawab, serta bijak dalam mengambil keputusan. Selain itu, fungsi pendidikan juga mengembangkan seseorang menjadi individu yang demokratis terhadap bangsanya.

Berdasarkan hal yang telah dijelaskan di atas, berikut adalah alasan mengapa pendidikan karakter itu penting.

  • Menjamin terbentuknya karakter yang baik

 

Pendidikan karakter sudah dibentuk sejak dini, bahkan pendidikan karakter dibentuk melalui peran keluarga. Hal ini tentunya akan membuat seseorang terbiasa dengan karakter yang baik yang berasal dari lingkungan keluarganya. Oleh karena itu, karakter akan terus terbawa apabila seseorang berada di lingkungan luar. Sehingga seseorang memiliki karakter yang baik dalam menjalani kehidupannya.

 

  • Mengembangkan pencapaian yang dituju

 

Setiap individu tentunya memiliki pencapaian atau mimpi-mimpi yang dituju. Dengan adanya pendidikan karakter, maka seseorang akan mengembangkan kemampuan dirinya melalui karakter yang dibentuknya untuk mencapai tujuan-tujuannya.

 

  • Menjamin seseorang akan menghargai orang lain

 

Pembentukan karakter melalui pendidikan yang sudah dilakukan sejak dini, menjamin seseorang akan memiliki sifat yang sopan dan santun serta mudah menghargai orang lain. Seseorang akan berbicara sopan terhadap orang yang lebih tua dari dirinya. Selain itu, seseorang juga tidak mudah menyepelekan setiap pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain.

 

  • Dapat memecahkan masalah dengan mudah

 

Seseorang akan dihadapkan oleh masalah-masalah seiring bertumbuhnya seseorang tersebut menjadi dewasa. Pendidikan karakter membentuk pribadi yang tangguh dan kuat. Sehingga apabila seseorang dihadapkan oleh masalah, maka ia akan mencari solusi untuk menyelesaikannya. Lain halnya apabila seseorang memiliki sifat yang penakut, maka orang tersebut mungkin saja lari dari masalah yang dihadapinya dan tidak bertanggung jawab.

 

  • Membentuk individu yang demokratis

 

Cara berpikir seseorang mulai terbentuk sejak pendidikan karakter ditanamkan. Seseorang akan menilai dirinya memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan orang lain. Apabila terdapat hal yang dirasa tidak baik pada diri orang lain, maka seseorang mulai berpikir tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengubah orang tersebut menjadi lebih baik serta menjaga dirinya agar terhindar dari kesalahan yang sama yang dilakukan oleh orang lain.

Peranan Guru Dan Tenaga Kependidikan Sebagai Agen Transformasi

Komponen penting di dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional adalah guru dengan kualitas, pengalaman, dan profesionalitas. Guru bukanlah hanya berperan sebagai pengajar semata. Lebih dari itu guru juga memiliki peran membimbing, mengarahkan, menilai, melatih, dan memberikan evaluasi para peserta didik. Anda bisa melihat informasinya pada info gtk. Sebagai guru yang berkualitas dan profesional tentu dituntut harus bisa menguasai segala materi yang diajarkan, mengendalikan situasi kelas, dan menghidupkan suasana belajar-mengajar. Jadi sebagai profesi guru merupakan fasilitator, inovator, inspirator, dan juga merangkap sebagai agen transformasi pembelajaran.

Mengetahui Ciri Dari Guru Yang Baik

Mungkin banyak yang masih belum mengerti mengenai apa ciri dari guru yang baik dan apa peran dari guru sebagai saran agen transformasi pembelajaran. Nah untuk menjawab itu semua, pertama-tama akan kami jelaskan terlebih dahulu kualifikasi dari ciri guru yang baik.

Memang sulit untuk menentukan apa saja kriteria guru yang baik. Namun walaupun seperti itu, kita bisa menetapkan secara umum mengenai ciri dari guru yang baik seperti berikut:

  • Guru dengan pemahaman lengkap terhadap seluruh bahan pembelajaran yang akan diberikan.
  • Guru dengan pemahaman yang baik terhadap murid.
  • Mampu memilih metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anak didik.
  • Mampu menghubungkan dasar pembelajaran dengan kebutuhan para anak didik.
  • Mampu mendorong murid menjadi aktif saat menerima transfer ilmu.

Itulah beberapa kriteria dari guru yang baik untuk bisa Anda pahami. Nah, sekarang mari kita masuk pada pembahasan tentang guru sebagai agen transformasi. Baca juga informasi lengkapnya pada  info gtk.

Apa Maksud Dari Guru Sebagai Agen Transformasi

Dalam Standar Nasional Pendidikan, pasal 28, dijelaskan bahwa maksud dari tenaga kerja kependidikan merupakan agen transformasi pembelajaran atau learning agent. Peran dari agen transformasi pembelajaran dari tenaga kependidikan ada 4, yaitu fasilitator, pemacu, motivator, dan inspirator. Jadi ketika Anda ingin bisa memahami guru dan tenaga kependidikan sebagai agen transformasi pembelajaran, maka perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai masing-masing peran yang dimiliki.

Guru Sebagai Fasilitator

Peran dari guru atau tenaga pengajar sebagai fasilitator memiliki tugas untuk memberikan transfer ilmu kepada seluruh anak didik. Proses dari pembelajaran yang diberikan haruslah berada pada suasana menyenangkan, penuh semangat, sehingga mudah untuk diterima para murid.

Beberapa sikap yang perlu untuk dimiliki oleh guru sebagai fasilitator adalah seperti berikut:

  • Dapat menerima dan mendengar aspirasi atau perasaan yang diutarakan oleh murid.
  • Harus bersikap terbuka. Hindarkan diri dari sikap terlalu berlebih dalam mempertahankan keyakinan.
  • Menerima ide baru, inovasi, dan kreativitas dari para siswa didik baik yang mudah atau sulit sekali pun.

Guru Sebagai Pemacu

Untuk peran sebagai pemacu, guru dan pengajar kependidikan harus teliti dalam meningkatkan potensi dari tiap-tiap anak didik. Bukan sampai di situ saja, guru atau pengajar juga perlu untuk membantu mengembangkan potensi anak didik supaya bisa berada di jalan yang benar dan sesuai apa yang di cita-citakan. Tentunya guru harus bisa memahami jika setiap orang pasti memerlukan bantuan dari orang lain, tak terkecuali anak didiknya. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan memberikan pembelajaran yang mudah supaya peserta didik mampu mengembangkan potensi pribadi secara optimal. Baca juga keterangan lebih lengkap pada info gtk.

Guru Sebagai Motivator

Peran selanjutnya dari guru merupakan transformasi pembelajaran adalah sebagai motivator.  Motivasi ialah satu di antara banyak faktor penting untuk bisa meningkatkan kualitas dari pembelajaran. Hal ini bisa disematkan karena motivasi para anak didik bisa menerapkan langkah belajar dengan sungguh-sungguh ketika memiliki motivasi kuat. Karena itulah demi bisa meningkatkan mutu kualitas pembelajaran, tenaga kependidikan dan guru harus bisa membangkitkan motivasi pada seluruh anak didiknya.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan ketika ingin bisa meningkatkan motivasi belajar antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan sebuah suasana yang menyenangkan dalam proses belajar-mengajar.
  • Memberikan pujian terhadap para siswa yang berhasil. Tentunya pujian yang diberikan haruslah wajar dan sesuai porsi.
  • Memberikan penilaian yang sesuai dan positif.
  • Menjaga persaingan dari para siswa atau anal didik di dalam proses belajar.
  • Memberikan topik pembelajaran yang menarik. Kebanyakan dari peserta didik akan lebih menyukai topik belajar yang menarik.

Guru Sebagai Inspirator

Peran terakhir yang perlu untuk Anda ketahui adalah guru sebagai inspirator. Guru dan tenaga kependidikan tentu harus bisa memerankan diri sebagai pemberi inspirasi belajar untuk para peserta didik. Hal ini diperlukan supaya para peserta didik mampu terpancing untuk membangkitkan gagasan, ide-ide, dan pemikiran baru. Cara yang bisa diterapkan adalah dengan menciptakan dan menjaga lingkungan belajar untuk selalu aman, nyaman, dan tertib.

Itulah seluruh peran yang dimiliki oleh guru dan tenaga kependidikan sebagai agen transformasi pendidikan. Mengetahui lebih lengkap bisa dilakukan dengan langsung menuju situs info gtk.

Tips Agar Menjadi Guru Yang Baik

Guru merupakan sebuah profesi yang sangat mulia. Melalui sosok guru seseorang bisa menjadi berbagai macam hal yang diinginkan seperti dokter, insinyur, bahkan presiden. Sedari dulu pekerjaan sebagai guru sudah pasti selalu dibutuhkan. Namun cukup disayangkan jika profesi guru yang memang sedari dulu sudah ada cenderung mengalami fase jalan di tempat atau tidak berkembang. Padahal guru perlu dituntut untuk bisa berinovasi dengan kreativitas yang tinggi dalam melakukan pengajaran supaya murid bisa memahami dengan cepat apa yang diajarkan. Untuk itu tentunya perlu untuk menjadi guru yang baik dan kreatif dan kali ini akan kami berikan beberapa tips melakukannya.

Seperti Apa Guru Yang Baik Itu?

Guru yang baik bukanlah berasal dari sifat guru tersebut kepada para muridnya, namun tentang bagaimana kemampuan dari guru tersebut dalam menjaga irama pembelajaran. Sebaik-baiknya sifat guru, tentu akan menjadi marah ketika para siswanya selalu tidak tertib. Untuk membuat menjadi tertib tentu perlulah memberikan kesibukan. Kesibukan ini tentu haruslah yang memiliki makna. Inilah tantangan menjadi seorang guru karena harus memberikan kesibukan yang benar-benar membuat siswa mampu menyerap semua pembelajaran tanpa harus tertekan atau stres.

5 Tips Untuk Menjadi Guru Yang Baik

Nah, untuk bisa menjadi seorang guru yang terbilang baik, maka beberapa tips berikut ini bisa Anda terapkan:

  • Penyusunan program belajar mengajar secara unik

Pembuatan RPP sudah menjadi rutinitas yang setiap hari dilakukan oleh guru. Setiap guru tentu harus mengetahui program yang akan dilakukan esok hari kepada siswanya. Program yang menarik, unik, dan mudah diterima menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan. Meningkatkan kreativitas dan inovasi tentunya penting supaya program pembelajaran mampu berhasil diterapkan kepada siswa setiap waktu.

  • Menguasai beraneka ragam media pembelajaran

Dengan semakin majunya zaman, tentu menjadi seorang guru dituntut untuk bisa berpikir bagaimana langkah mengajarkan ilmu tanpa perlu lagi melalui buku dan papan tulis. Ketersediaan teknologi tentu akan bisa sangat menunjang kegiatan belajar-mengajar.

  • Responsif

Guru haruslah memiliki respons yang baik dalam berusaha mempelajari dan memahami karakteristik dari para muridnya. Guru dengan tingkat responsif tinggi tentu akan tahu dengan mendalam mengenai para muridnya yang diajari. Memahami para murid menjadi penting supaya guru bisa memilih jenis model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan. Ketepatan dalam pemilihan metode belajar tentu menjadikan tujuan pembelajaran akan lebih mudah untuk diwujudkan.

  • Mengajar dengan kasih sayang

Menjadi seorang guru yang baik janganlah memandang pekerjaan guru sebagai profesi semata. Pekerjaan menjadi guru lebih dari sekedar profesi dan harus juga dimaknai dengan pengabdian. Murid yang diajar juga harus dimaknai seperti anak, bukan hanya sebagai obyek mengajar semata. Sayangilah para murid dengan tulus seperti halnya menyayangi anak sendiri. Dalam rangka mengajarkan ilmu, memberi hukuman, ataupun menasihati harus dilandasi dengan hati dan perasaan. Hal ini menyebabkan para murid akan bisa menerima dengan baik kasih sayang yang diberikan dan bukan dendam yang dirasakan.

  • Ramah

Disiplin memang harus diutamakan ketika melakukan pembelajaran agar tujuannya bisa terlaksana dengan baik. Namun dalam penerapan disiplin, Anda tidak harus menghilangkan sikap ramah tamah kepada murid. Bukan guru saja yang suka untuk disapa, para murid juga merasa suka ketika guru yang menjadi panutan bersikap baik dan sering menyapa.

Murah dalam tersenyum dan ramah mampu memberikan kesan terbuka. Hal ini menjadikan guru mampu mendekatkan jarak dengan para muridnya. Dengan begitu, para murid tidak lagi canggung atau takut ketika ingin mengutarakan pendapat ataupun bertanya tentang kesulitan dalam pembelajaran.

5 Tips Jitu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Belajar merupakan kegiatan yang biasanya dihindari oleh kebanyakan siswa. Hal tersebut karena siswa berpendapat bahwa belajar adalah hal yang tidak menyenangkan. Siswa dipaksa untuk mengerti hal-hal yang belum mereka ketahui. Sehingga mereka akan berpikir lebih keras, untuk dapat memahami hal yang dipelajarinya dengan aturan-aturan yang ada. Lain halnya apabila mereka bermain, mereka bebas dalam melakukan hal apa pun yang mereka sukai. Sehingga motivasi belajar siswa lebih rendah jika dibandingkan dengan motivasinya dalam bermain.

Hal Yang Biasanya Membuat Siswa Malas Belajar

Siswa menjadi malas untuk belajar karena ia menemukan hal yang lebih menarik yang dapat membuatnya lebih senang. Hal ini karena biasanya metode yang diterapkan dalam belajar kurang tepat, sehingga siswa mudah bosan. Masalah ini dapat diselesaikan dengan cara memilih metode yang unik dan menarik, yaitu metode yang biasanya tidak banyak diterapkan di kebanyakan sekolah. Selain itu siswa juga tertekan untuk belajar, sehingga siswa tidak dapat fokus.

Tekanan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya membuat anak menjadi terpaksa untuk belajar. Tekanan ini biasanya diikuti oleh ancaman yang berupa tindakan kekerasan, sehingga dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, hal-hal seperti ini sebaiknya dihindarkan dengan cara meningkatkan motivasi belajar siswa.

5 Tips Untuk Tingkatkan Motivasi Belajar

Berikut adalah 5 tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar.

  • Menggunakan metode belajar yang menyenangkan

Metode belajar harus dirubah dari yang biasanya yang siswa dapatkan di sekolah yang dapat menyebabkan siswa mudah bosan. Buatlah metode yang menyenangkan sehingga siswa akan tertarik lagi untuk belajar pelajaran tersebut. Misalnya dalam pelajaran bahasa inggris, gunakanlah metode bermain yang juga dapat membuat siswa ingat dengan materi tersebut. Karena dengan bermain, siswa akan lebih menikmati proses belajar.

  • Berilah apresiasi

Banyak siswa yang belajar karena tekanan atau ancaman yang diberikan oleh guru maupun orang tuanya. Sehingga siswa kehilangan motivasi serta tujuan mengapa ia harus belajar. Hal ini dapat dirubah dengan cara memberikan apresiasi dengan apa yang telah mereka lakukan. Misalnya, apabila siswa mampu belajar selama 2 jam maka berilah sesuatu yang ia sukai. Contohnya adalah berilah makanan kesukaannya atau hal yang sedang ia impikan. Sehingga siswa akan termotivasi untuk terus belajar.

  • Berilah nilai yang tinggi

Ketika siswa belajar, tentunya mereka telah bekerja keras untuk mempelajari dan memahami hal-hal yang sulit dipahami. Meskipun siswa telah belajar, tidak sedikit dari mereka yang masih membuat kesalahan. Oleh karena itu, berilah motivasi mereka dengan memberikan nilai yang tinggi ketika ujian, apabila terdapat jawaban yang salah berilah setidaknya nilai mereka dalam berusaha menjawab. Sehingga mereka akan menyukai pelajaran yang dipelajarinya.

  • Lakukan belajar di luar ruangan

Belajar yang dilakukan di dalam ruangan secara terus-menerus akan membuat siswa merasa bosan. Hal tersebut karena siswa akan beranggapan bahwa ia seperti terperangkap di dalam penjara. Sesekali ajaklah siswa belajar di luar ruangan dengan melihat lingkungan alam. Dengan melihat lingkungan di luar ruangan seperti pohon, serangga, hewan dan lainnya dapat membuat pikiran siswa lebih segar. Sehingga siswa akan lebih mudah dalam menerima materi.

  • Bersahabat dengan siswa

Biasanya siswa beranggapan bahwa guru merupakan orang yang menakutkan dan galak. Itu terjadi karena kebanyakan guru memiliki sifat yang kurang bersahabat dengan siswanya. Maka ubahlah karakter guru dengan cara menganggap bahwa siswa adalah teman dekat. Sehingga siswa tidak takut untuk menanyakan kendala yang ia tidak pahami kepada gurunya.

Cara Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak

Guru akan berperan sebagai orang tua ketika berada di lingkungan sekolah. Bukan hanya berperan sebagai pengajar, melainkan guru juga memiliki peran untuk mengembangkan kreativitas  pada anak muridnya. Tentunya kita semua mengerti jika setiap orang pasti terlahir dengan potensi bakat untuk kreatif. Mampu berkembangnya bakat tersebut tergantung dari berbagai faktor dan salah satunya adalah faktor lingkungan. Saat lingkungan dalam konteks ini tentunya sekolah mampu memberikan peluang berkreasi bagi si anak, tentunya potensi kreativitas bisa berkembang dengan lebih optimal.

Makna Dari Kreativitas Dalam Hal Pembelajaran

Kreativitas memiliki makna kata yang sangat luas. Mengingat konteks yang diusung adalah pembelajaran, maka lata kreativitas memiliki makna ide, gagasan, imajinasi, ataupun pendapat yang tercipta di dalam proses pembelajaran. Jadi untuk kreativitas pada murid merupakan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam membuat ide, gagasan. Ataupun pendapat yang muncul saat kegiatan belajar-mengajar dan yang bisa dipandang lebih dari para siswa pada umumnya.

Kreativitas tentu cukup penting perannya dalam pembelajaran. Untuk Anda yang belum tahu tentang apa saja peran dari kreativitas anak, maka berikut telah kami kumpulkan apa saja peran penting dari kreativitas:

  • Mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri ketika Anda berada pada lingkungan sosialnya.
  • Membantu menggali kemampuan dalam berpikir sehingga nantinya mampu menuangkan ide gagasan bermanfaat.
  • Memberikan keberanian anak untuk mengungkapkan gagasan mereka tanpa ada rasa beban.
  • Menjadikan anak mampu memiliki kemampuan untuk memecahkan masalahnya sendiri.
  • Kreativitas yang dimiliki menjadikan anak mampu menemukan dan memahami berbagai macam pembaharuan dalam hal pembelajaran. Jadi inovasi yang diberikan akan selalu bisa diterima dengan baik.
  • Dengan keterbiasaan untuk bisa berpikir dan mencari ide-ide cemerlang, maka bisa membantu dalam kesuksesan kelak.

Peran Guru Dalam Membantu Kreativitas Anak

Keberhasilan dari siswa di sekolah salah satu penyebab utamanya berasal dari seorang guru yang berhasil menjalankan perannya secara maksimal. Untuk bisa membangun potensi kreatif dari para siswa tentu memerlukan guru yang kreatif pula. Pembaharuan dan inovasi menjadi sebuah langkah yang perlu dilakukan oleh guru ketika transfer ilmu. Hal ini terbilang cukup menyulitkan mengingat tidak semua dari guru yang ada memiliki tingkat kreatif yang bagus. Untuk itulah pembelajaran tentang bagaimana cara ampuh dalam meningkatkan kreativitas pada anak perlu dilakukan. Jangan pernah malu untuk bertanya atau mencari info tentang hal ini kepada orang lain demi terwujudnya tujuan dari peningkatan potensi kreatif dari anak murid.

Untuk bisa membantu para guru yang ingin mencoba membantu dalam peningkatan kreativitas anak, maka kali ini akan kami jelaskan mengenai beberapa cara-caranya. Beberapa cara berikut bisa Anda terapkan ketika ingin bisa meningkatkan kreativitas pada anak:

  • Pembelajaran dengan pusat pada anak

Strategi pembelajaran yang memiliki pusat pada anak mendorong guru untuk berperan sebagai seorang fasilitator yang membantu anak didik melakukan diskusi kelompok, presentasi, bermain peran, dan kegiatan pembelajaran kelompok lain-lainnya. Guru juga memiliki sebuah peran lain, yaitu sebagai teman dalam belajar, navigator, atau pendamping yang lebih berpengalaman. Para siswa diberikan kebebasan dalam pemilihan perspektif dalam mempelajari sebuah topik atau permasalahan.

Dengan penerapan metode belajar seperti ini, guru bisa mengubah para anak didik yang mulanya pendengar pasif menjadi aktif atau observer. Dalam hal ini guru juga hendaknya memberikan kesempatan luas kepada para anak didik untuk memilih topik dari tugas yang akan mereka kerjakan. Langkah ini ditetapkan untuk melatih data eksplorasi ide dari si anak tersebut.

  • Penerapan alat bantu pada saat mengajar

Guru kreatif dan banyak akal biasanya menggunakan alat peraga untuk membantu metode pengajaran. Hadirnya alat peraga tentu akan menarik para siswa untuk lebih bergairah dalam menerima transfer ilmu yang diberikan. Dengan gairah tersebut, semua tujuan pembelajaran akan lebih mudah diserap dan diingat. Salah satu metode yang bisa diterapkan untuk membantu proses kreatif anak adalah melalui video. Ada penelitian yang mengungkapkan jika video atau peralatan multimedia mampu memicu siswa untuk lebih berpikir dan memperluas sudut pandang.

  • Manajemen kelas

Strategi yang satu ini berfungsi untuk membuat iklim interaksi antara guru dan siswa lebih dekat. Guru tidaklah harus menghakimi dengan tergesa-gesa saat para siswa mengekspresikan segala ide yang dimiliki.  Guru diharapkan lebih memberikan peran dalam bimbingan sebagai referensi. Dalam hal ini siswa yang merasa tidak ada jarak yang menjadi penghalang dengan guru menjadikan lebih berani untuk berekspresi dalam hal kreativitas. Ketika kreativitas ini muncul, guru yang akan mengarahkan supaya bisa berjalan dengan benar.

  • Metode pertanyaan terbuka

Pertanyaan terbuka bisa diajukan oleh guru sesekali untuk memancing daya imajinasi para anak didiknya. Pergerakan dari para siswa yang berpikir tentu akan memancing terlatihnya kreativitas. Guru bisa menerapkannya  pertanyaan bebas baik secara individu atau saat diskusi kelompok dilakukan.

error: Content is protected !!